Wednesday, June 3, 2009

Kelebihan Bahasa Arab dibanding bahasa lain



1. Sebagai bahasa yang sudah tua dan tetap digunakan umat manusia hingga hari ini, wajar pula bila bahasa Arab memiliki kosa kata dan perbendaharaan yang sangat luas dan banyak. Bahkan para ahli bahasa Arab menuturkan bahwa bahasa Arab memiliki sinonim yang paling menakjubkan. Kata unta yang dalam bahasa Indonesia hanya ada satu padanannya, ternyata punya 800 padanan kata dalam bahasa arab, yang semuanya mengacu kepada satu hewan unta. Sedangkan kata 'anjing' memiliki 100-an padanan kata.

Fenomena seperti ini tidak pernah ada di dalam bahasa lain di dunia ini. Dan hanya ada di dalam bahasa arab, karena faktor usia bahasa arab yang sangat tua, tetapi tetap masih digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari hingga hari ini. Dengan alasan ini maka wajar pula bila Alloh SWT memilih bahasa arab sebagai bahasa yang dipakai di dalam Al-Qur'an.

2. Kenyataannya, sejarah manusia belum pernah mengenal sebuah bahasa pun yang tetap eksis sepanjang sejarah. Setiap bahasa punya usia, selebihnya hanya tinggal peninggalan sejarah. Bahkan bahasa Inggris sekalipun masih mengalami kesenjangan sejarah. Maksudnya, bahasa Inggris yang digunakan pada hari ini jauh berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh orang Inggris di abad pertengahan. Kalau Ratu Elizabeth II masuk ke lorong waktu dan bertemu dengan 'mbah buyut'-nya, King Arthur, yang hidup di abad pertengahan, mereka tidak bisa berkomunikasi, meski sama-sama penguasa Inggris di zamannya. Mengapa?

Karena meski namanya masih bahasa Inggris, tapi kenyataannya bahasa keduanya jauh berbeda. Karena setiap bahasa mengalami perkembangan, baik istilah maupun grammar-nya. Setelah beratus tahun kemudian, bahasa itu sudah jauh mengalami deviasi yang serius.

Yang demikian itu tidak pernah terjadi pada bahasa Arab. Bahasa yang diucapkan oleh nabi Muhammad SAW sebagai orang arab yang hidup di abad ke-7 masih utuh dan sama dengan bahasa yang dipakai oleh Raja Abdullah, penguasa Saudi Arabia di abad 21 ini. Kalau seandainya keduanya bertemu dengan mesin waktu, mereka bisa 'ngobrol ngalor ngidul' hingga subuh dengan menggunakan bahasa arab.

Dengan kenyataan seperti ini, wajarlah bila Alloh SWT memilih bahasa arab sebagai bahasa Al-Qur'an Al-Kariem yang abadi. Kalau tidak, boleh jadi Al-Qur'an sudah musnah seiring dengan musnahnya bahasanya.

3. Diantara keistimewaan bahasa arab adalah kemampuannya menampung informasi yang padat di dalam huruf-huruf yang singkat. Sebuah ungkapan yang hanya terdiri dari dua atau tiga kata dalam bahasa arab, mampu memberikan penjelasan yang sangat luas dan mendalam. Sebuah kemampuan yang tidak pernah ada di dalam bahasa lain.

Makanya, belum pernah ada terjemahan Al-Qur'an yang bisa dibuat dengan lebih singkat dari bahasa arab aslinya. Semua bahasa umat manusia akan bertele-tele dan berpanjang-panjang ketika menguraikan isi kandungan tiap ayat. Sebagai contoh, lafadz 'ain dalam bahasa arab artinya 'mata', ternyata punya makna lain yang sangat banyak. Kalau kita buka kamus dan kita telusuri kata ini, selain bermakna mata juga punya sekian banyak makna lainnya. Di dalam kamus kita mendapati makna lainnya, seperti manusia, jiwa, hati, mata uang logam, pemimpin, kepala, orang terkemuka, macan, matahari, penduduk suatu negeri, penghuni rumah, sesuatu yang bagus atau indah, keluhuran, kemuliaan, ilmu, spion, kelompok, hadir, tersedia, inti masalah, komandan pasukan, harta, riba, sudut, arah, segi, telaga, pandangan, dan lainnya.

Bahasa lain tidak punya makna yang sedemikian padat yang hanya terhimpun dalam satu kata dan hurufnya hanya ada tiga.

4.Sesuai dengan fungsi Al-Qur'an yang salah satunya sebagai pedoman hidup pada semua bidang kehidupan, Al-Qur'an harus berisi beragam materi dan informasi sesuai dengan beragam disiplin ilmu. Dan kita tahu bahasa dan istilah yang digunakan di setiap disiplin ilmu pasti berbeda-beda. Dan sangat boleh jadi seorang yang ahli di dalam sebuah disiplin ilmu akan menjadi sangat awam bila mendengar istilah-istilah yang ada di dalam disiplin ilmu lainnya.

Dan kalau beragam petunjuk yang mencakup beragama disiplin ilmu itu harus disatukan dalam sebuah kitab yang simpel, harus ada sebuah bahasa yang mudah, sederhana tapi tetap mengandung banyak informasi penting di dalamnya. Bahasa itu adalah bahasa Arab. Karena bahasa itu mampu mengungkapkan beragam informasi dari beragam disiplin ilmu, namun tetap cair dan mudah dimengerti. Dan saking mudahnya, bahkan bisa dihafalkan di luar kepala.

Salah satu karakteristik bahasa Arab adalah mudah untuk dihafalkan, bahkan penduduk gurun pasir yang tidak bisa baca tulis pun mampu menghafal jutaan bait syair. Dan karena mereka terbiasa menghafal apa saja di luar kepala, sampai-sampai mereka tidak terlalu butuh lagi dengan alat tulis atau dokumentasi. Kisah cerita yang tebalnya berjilid-jilid buku, bisa digubah oleh orang arab menjadi jutaan bait puisi dalam bahasa arab dan dihafal luar kepala dengan mudah. Barangkali fenomena ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tulis menulis kurang berkembang di kalangan bangsa arab saat itu. Buat apa menulis, kalau semua informasi bisa direkam di dalam otaknya?

5. Salah satu keunikan bahasa arab adalah keindahan sastranya tanpa kehilangan kekuatan materi kandungannya. Sedangkan bahasa lain hanya mampu salah satunya. Kalau bahasanya indah, kandungan isinya menjadi tidak terarah. Sebaliknya, kalau isinya informatif maka penyajiannya menjadi tidak asyik diucapkan.

Ada sebuah pintu perlintasan kereta api yang modern di Solo. Setiap kali ada kereta mau lewat, secara otomatis terdengar rekaman suara yang membacakan peraturan yang terkait dengan aturan perlintasan kereta. Awalnya, masyarakat senang mendengarkannya, tapi ketika setiap kali kereta mau lewat, suara itu terdengar lagi, maka orang-orang menjadi jenuh dan bosan. Bahkan mereka malah merasa terganggu dengan rekaman suara itu. Ada-ada saja komentar orang kalau mendengar rekaman itu berbunyi secara otomatis.

Tapi lihatlah surat Al-Fatihah, dibaca orang ribuan kali baik di dalam shalat atau di luar shalat, belum pernah ada orang yang merasa bosan atau terusik ketika diperdengarkan. Bahkan bacaan Al-Qur'an itu begitu sejuk di hati, indah dan menghanyutkan. Itu baru pendengar yang buta bahasa arab. Sedangkan pendengar yang mengerti bahasa arab, pasti ketagihan kalau mendengarnya.Bahkan para2 syekh2 atau orang yg bnar2 paham bahasa Arab kita lihat bila sholat atau berdoa smpai menangis.Kita semua tahu kisah2 ttg Rasulullah dan sahabat2 beliau waktu menangis saat membaca Al Quran,bahkan kita tahu Umar Ibn Khattab yang pribadinya keras(sebelum masuk islam) hatinya luluh saat mendengar QS Toha dibacakan.

Tidak ada satu pun bahasa di dunia ini yang bisa tetap terdengar indah ketika dibacakan, namun tetap mengandung informasi kandungan yang kaya, kecuali bahasa arab. Maka wajarlah bila Alloh SWT berfirman dengan bahasa arab.



13 comments:

  1. hmm ic nice info bro :D ,lam kenal ya bro :)

    ReplyDelete
  2. subhanaulloh .. emg bhsa arob itu keren ! aku aja smpai skg msi bingung ngapalinnya . paling banter cuma "assalamu'alaikum ya ukhti!" hehehehe

    ReplyDelete
  3. saya gak pernah sekolah di madrasah, tapi alhamdulillah bisa baca arab gundul
    Alhamdulillah.

    ReplyDelete
  4. SubhanAllah....Terima kasih untuk infonya..Saya boleh mengutip sedikit di tulisan saya ya.....Barakallah akhi :))

    ReplyDelete
  5. Terima kasih berkongsi. Izinkan saya berkongsi artikel ini ya.

    ReplyDelete
  6. Kalau Al-Qur'an itu adalah buku petunjuk seharusnya mudah di mengerti tetapi mengapa susah di artikan kadang kadang perlu 10 buku untuk mentafsirkannya.

    ReplyDelete
  7. He he he, si penulis blog merasa Al-Qur'an adalah buku yang luar biasa karena berbahasa Arab.
    Maunya si penulis blog itu tidak usah mengeluarkan pendapat cukup mengatakana bahwa bahasa Arab adalah bahasa tua dan Al-Qur'an di tulis dalam bahasa Arab.
    Tetapi semenjak dia menambah opininya itu membuat dia menjerumuskan dirinya sendiri.
    Sebagai contoh dia mengatakan seperti ini.
    "Karena meski namanya masih bahasa Inggris, tapi kenyataannya bahasa keduanya jauh berbeda. Karena setiap bahasa mengalami perkembangan, baik istilah maupun grammar-nya. Setelah beratus tahun kemudian, bahasa itu sudah jauh mengalami deviasi yang serius."
    Inilah kesalahan dari si penulis blog tentang Al-Qur'an
    1. Tidak kompetible lagi dengan dunia sekarang karena bahasa dan pemahaman hidupnya adalah berdasarkan Al-Quran yang sudah di tulis semenjak 1650
    2. Bahasa Inggeris menjadi bahasa International oleh karena manusia manusianya ingin berkembang dan cutting edge dan beradaptasi dengan ilmu pengetahuan dan perkembangan jaman.
    3. Kalau Al-Quran adalah bahasa resmi dan bahasa petunjuk dari allah mengapa susah di pahami dan mengapa harus memerlukan 10 buku tambahan untuk mentafsirkan ayat ayatnya.
    4. Kalau memang Al-Quran adalah bahasa tuhan dan perkataan langsung dari tuhan (makanya tidak bisa di terjemahkan dan harus di baca dalam bahasa Arab) kenapa tidak bisa di terjemahkan lansung misalnya 'kill infadel" "rape woman" dst nya. Kalau Al-Quran terpojok seperti ini jawabnya "oh, jangan di terjemahkan lansung lihat ayat berikutnya, atau baca di hadith, atau baca terjemahan si Anu.
    5. Kalau Al-Quran bahasa tuhan mengapa banyak terjemahan terjemahan dari Scholars padahal Al-Quran adalah bahasa petunjuk tetapi kenapa sulit di artikan, ini berarti Al-Quran hanya buku biasa saja yang di tulis manusia.

    ReplyDelete
  8. buat @Aonymous: silahkan buka sendiri Al-qur'an, lalu baca dan artikan lalu renungkan, semoga anda mendapat petunjuk dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. belajar bahasa Arab untuk orang Indonesia, khususnya pemula, di sini: www.arabindo.co.nr

    ReplyDelete
  10. subhanallah sekali dengan bahasa arab ini, banyak rahasia didalamnya, dan sebagai obat hati yang tidak di temukan di dokter seluruh dunia. Allahu Akbar.

    ReplyDelete
  11. bahasa arab adalah bahasa pilihan Allah. jika ada yang merasa kesulitan memahami bahasa arab hendaknya minta petunjuk kepada Allah. Bahasa arab bukan pilihan manusia , tapi pilihan Allah sendiri sejak zaman dulu. Makanya jika terasa susah memahaminya,mintalah kepada Sang Pemilik bahasa tersebut. Semoga teman(Anonymous) yang berkomentar tersebut mendapat petunjuk.

    ReplyDelete